Tuesday, 26 February 2019

Cerita Disebalik Penemuan Lebah Terbesar Dunia Di Maluku







Pasukan penyelidikan antarabangsa berjaya mencari lebah terbesar di dunia di Kepulauan Maluku. Apakah kisah di sebalik penemuan lebah bernama Wallace (Megachile pluto) dengan jarak enam sentimeter sayap? Jenis lebah ini sebelum ini telah didokumentasikan. Pertama, oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1859, dan yang kedua pada tahun 1981. Tetapi sejak itu, Pluto Megachille dianggap punah. Penyelidik Dr. Simon Robson dari University of Sydney dan rakannya Glen Chilton dari Saint Mary's University di Kanada dengan jurugambar AS dan ahli entomologi kemudian menyertai dalam melakukan perburuan lebah ini.




Artikel ini disiarkan di Kompas.com dengan tajuk "The Story Behind the Discovery of the Bee Terbesar Dunia di Maluku", Baca di sini


Sumber: Kompas

Friday, 16 June 2017

Keajaiban Dunia ke-8 Ditemukan

 
Keajaiaban Dunia Ke-8
Kira-kira 130 tahun yang lalu, ada dua mata air legenda bernama Teres Putih dan Teras Merah Muda di sekitar Tasik Rotomahana, Pulau Utara New Zealand. Disebut-sebut sebagai "keajaiban dunia kelapan", kedua-dua mata air tersebut terbentuk oleh pengumpulan deposit yang kaya akan silika dari mata air panas bumi purba.

Malangnya, keajaiban dunia kelapan ini hancur akibat letusan Gunung Tarawera pada tahun 1886. Ketika magma naik ke atas dan bertemu dengan tasik yang dikelilingi oleh Teres Putih dan Teras Merah Muda, serentetan reaksi berupa letupan dan semburan lava terjadi. Tenaga yang dilepaskan oleh kejadian ini walaupun dijangka menyaingi Tsar Bomba, bom nuklear terbesar yang pernah diledakan.

Sejak itu, pencarian terhadap serpihan Teres Putih dan Teras Merah Muda terus dilakukan. Namun, kedua-dua lokasi legenda tersebut seperti hilang bak ditelan bumi, sehingga sebuah kajian yang diterbitkan dalam Journal of the Royal Society of New Zealand pada tahun 2016 menklaim telah membuat satu kejayaan dalam pencarian Teres Putih dan Teras Merah Muda.

 
Rex Bunn, salah satu ahli penyelidik, berkata bahawa mereka telah menemui lokasi yang pasti dari kedua-dua mata air berkat buku harian seorang pakar geologi dari adab ke-19, Dr Ferdinand von Hochstetter.

 
Dalam buku harian yang ditunjukkan kepada Bunn oleh Sascha Nolden dari National Library of New Zealand tersebut, Hochstetter menggambarkan Teres Putih dan Teras Merah Muda ketika sedang melakukan kajian geologi di New Zealand. Hochstetter juga menandakan kedua-dua lokasi tersebut dalam buku hariannya.

 
Namun, mencari Teres Putih dan Teras Merah Muda dengan bantuan buku harian Hocstetter ternyata tidak mudah. Sebab, letusan Gunung Tarawera tidak hanya menanam kedua Teres tersebut, tetapi juga menggeser lanskapnya.

 Menggunakan teknik kartografi forensik iaitu membandingkan peta New Zealand masa kini dengan data pada tahun 1859, Bunn dan Nolden mencari lokasi Teres Putih dan Teras Merah Muda sekarang. "Kita menghabiskan 2,500 jam untuk meneliti selama 12 bulan terakhir," kata Bunn.

 
Berkat kerja keras tersebut, Bunn kini menklaim dengan optimis telah mencari lokasi yang pasti dari kedua-dua mata air tersebut dengan tingkat kesalahan kurang lebih 35 meter. Namun, kebenaran akan tuntutan Bunn masih perlu disahkan. Dia pun menyerahkan keputusan untuk menggalinya kepada pihak berkuasa suku Tuhourangi di kawasan tersebut.

Mengapa Tak Semua Korban Perkosaan Melawan Balik?



Ada kritikan yang sering ditujukan kepada korban kekerasan seksual: Jika ia tidak mengizinkan tindakan seksual, mengapa tidak melawan balik, berteriak, atau meronta sekuat tenaga?

Sejak lama pakar keganasan seksual menyebutkan bahawa seseorang yang menjadi mangsa percubaan atau tindakan pemerkosaan boleh mengalami keadaa shock, sehingga mereka sukar melawan penyerangnya.


Pendapat tersebut kini disokong oleh kajian terbaru dari Sweden. Disebutkan bahawa korban kekerasan seksual mengalami kelumpuhan sementara yang disebut dengan "tonic immobility". Keadaan itu membuat mereka tidak boleh melawan, atau bahkan untuk berteriak.


Dalam kajian beliau, pasukan ahli bercakap dengan kira-kira 300 wanita yang datang ke unit kecemasan di Stockholm kira-kira sebulan selepas mereka menjadi mangsa rogol atau percubaan perkosaan.


Hampir 70 peratus korban mengaku mengalami kelumpuhan sementara dan 48 peratus menjawab mengalami kelumpuhan yang lebih "teruk" atau tidak boleh bergerak atau bercakap sama sekali semasa kejadian.


Pasukan penyelidik juga mendapati bahawa wanita yang mengalami kelumpuhan pada saat kekerasan seksual lebih berisiko menderita gangguan stres pasca-trauma (PTSD) dan juga kemurungan.


"Tonic immobility selama perkosaan adalah reaksi yang sering dialami oleh mangsa yang mengalami PTSD dan kemurungan teruk," tulis penyelidik.


Hasil kajian ini diharapkan dapat membantu pasukan peguam yang mendampingi korban perkosaan. Jika peguam perogol berdalih korban hanya diam sahaja dan tidak boleh dianggap perkosaan, kini sudah ada bukti saintifik yang boleh dijadikan alasan.


Sumber: Kompas.com

Friday, 25 July 2014

Remaja Makin Permisif pada Seks



Perilaku Remaja Kian Permisif Terhadap seksualitas. Meski Telah memiliki Pengetahuan tentang Jangkitan menular seksual dan setuju bahwa Perhubungan seks pranikah tak Boleh dilakukan rasaya menikah, End of period Remaja Yang berhubungan INTIM pranikah Tetap Tinggi.

Dekan Fakulti Kesihatan Awam Universiti Indonesia Agustin Kusumayanti memaparkan hal ITU seminar Pada bertema "Remaja Berkualitas, Indonesia Sejahtera" dalam rangka Hari Keluarga Nasional, Kamis (12/6), di Surabaya.

Acara ITU JUGA dihadiri Guru Besar Psikologi Universitas Surabaya Jatie K Pudjibudojo dan Nguyen Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Badan bermastautin dan Keluarga merancang untuk Nasional (BKKBN) SEAMEO Alimoeso.

Agustin mengatakan, Tidak Ada stupa Sikap dan Pengetahuan Remaja seputar Perhubungan seksual pranikah Dengan Perilaku seksual Yang ditunjukkannya. Mengikut data Banci Bermastautin dan Kesihatan Indonesia (SDKI) 2012, sebanyak 8.3 persen Remaja laki-laki dan 1 persen Remaja Perempuan berusia 15-24 Tahun Telah berhubungan seks pranikah. Acha kebanyakan Tinggal di perkotaan.

Padahal, Remaja ITU memiliki Pengetahuan tentang pubertas, HIV / AIDS, dan Penyakit Jangkitan menular seksual (IMS). Sebaliknya, Bupati Masjid 80 persen dari total Remaja Populasi Yang disensus menyatakan Tidak setuju Dengan Kelakuan seks pranikah.

Namun, Ternyata Kelakuan seksual Acha tak berbanding Saksama Dengan Pengetahuan dan sikapnya. Pegangan tangan, berciuman, saling bersentuhan Hingga merupakan Beberapa hal Yang Biasa dilakukan sebagian Remaja dan dipulangkan berpacaran.

Kehamilan tak diinginkan

Jatie menambah, Remaja Yang Perhubungan Pendapat melakukan seks pranikah kerap berakhir Dengan kehamilan tapi tidak diinginkan dan sebagian Besar Masjid Acha Terpaksa menikah. Hal ITU mengakibatkan Remaja Perempuan Hamil Kian words dan melahirkan Pada usia muda.

"Masyarakat Sedang sakit. Tata Penilaian Yang dianut orangtua Harus diubah, "kata Agustin.

Orangtua Harus Terbuka mulai membicarakan Pendidikan seks di rumah. Di sekolah, pendidikan Kesihatan pembiakan Harus diberikan dan persekitaran Mesti turut mengontrol Perilaku Remaja.

Semua pihak, orangtua baik, pemerintah, maupun persekitaran, Jogja menempatkan adanya pembangunan Remaja Berkualitas Sebagai Prioriti.

Pemerintah dan persekitaran JUGA Seharusnya menciptakan Tidak Bersambung dan kondisi Yang tak memungkinkan Remaja memikirkan hal negatif makin sukses Acha Akan Tumbuh seperti Yang diharapkan.

Words Masalah Pada Remaja Yang Appear dan dipulangkan Acha menginjak Dewasa. Sementara ITU, Prioriti adanya pembangunan Remaja Sewaktu saja dikalahkan Aorta D. terjalin.

"Program pemerintah Yang bagus JUGA biasanya implementasinya Lemah," kata Agustin menambah.

Sementara ITU, Kepala BKKBN Faşli Jalal, Dalam Karyawan seminar, menyatakan, Saat Ini Ada 64 JUTA Jiwa Remaja di Indonesia Atau 27 persen dari total End of period Penduduk. Salah Satu Persoalan Remaja Yang mencemaskan udah kecenderungan berhubungan seks pranikah Yang Masjid waktu ke waktu Terus meningkat.

Menurut Faşli, BKKBN berupaya memberdayakan sebagian Remaja Untuk Menjadi konselor sebaya. Acha dilatih Bagaimana Menjadi konselor Kesihatan pembiakan makin sukses diharapkan bisa mengajak Remaja Zain Yang Kelakuan seksualnya berisiko Untuk Pendapat melakukan berbagai Aktivitas Yang Positif.

Agustin menilai, konselor sebaya Berkesan Untuk Melarang Remaja sebab Remaja cenderung Bupati Terbuka Terhadap sesama Remaja. (ADH)

Sumber: Kompas.com

Sunday, 14 July 2013

Caj $5 Setiap Kali Menjerit Bila Bersalin.



     Hospital Zimbabwe mengenakan Caj $ 5 Per Scream  atau sekali menjerit apabila ibu-ibu mengandung aka bersalin. Transparency International melaporkan , caj itu dikenakan berikutan jeritan yang diibaratkan penggera palsu. Mungkin menggangu pesakit-pesakit lain. Justeru, kepada ibu-ibu di Malaysia mungkin bertuah apabila caj menjerit telah dimasukkan sekali dalam bil agaknya. Tidak seperti yang berlaku di Zimbabwe. Walaubagaimanapun, kepada ibu-ibu yang ingin merasai pengalaman membayar Caj $5 setiap kali menjerit, bolehlah ke negara Afrika ini. Untuk bacaan lebih lanjut boleh ke medicaldaily.

Bersyukurlah....negara kita masih lagi mengamalkan undang-undang yang boleh diterima akal. Esok-esok kalau menjerit dalam sesuatu hal dikenakan denda....persoalan??

Thursday, 8 March 2012

TARIAN TIANG BUKAN EROTIK


Betulkah seperti yang dikatakan , senaman tiang bukan erotik. Yang erotiknya tarian tiang. Jika dilihat setiap senaman dan tarian jika tidak dilakukan secara erotik, sudah tentu tidak menjadi tarikan erotik. Apakah yang mengatakan bahawa senaman tiang tidak erotik. Baca seterusnya....

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

blogger templates | Make Money Online