Friday, July 25, 2014

Remaja Makin Permisif pada Seks



Perilaku Remaja Kian Permisif Terhadap seksualitas. Meski Telah memiliki Pengetahuan tentang Jangkitan menular seksual dan setuju bahwa Perhubungan seks pranikah tak Boleh dilakukan rasaya menikah, End of period Remaja Yang berhubungan INTIM pranikah Tetap Tinggi.

Dekan Fakulti Kesihatan Awam Universiti Indonesia Agustin Kusumayanti memaparkan hal ITU seminar Pada bertema "Remaja Berkualitas, Indonesia Sejahtera" dalam rangka Hari Keluarga Nasional, Kamis (12/6), di Surabaya.

Acara ITU JUGA dihadiri Guru Besar Psikologi Universitas Surabaya Jatie K Pudjibudojo dan Nguyen Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga Badan bermastautin dan Keluarga merancang untuk Nasional (BKKBN) SEAMEO Alimoeso.

Agustin mengatakan, Tidak Ada stupa Sikap dan Pengetahuan Remaja seputar Perhubungan seksual pranikah Dengan Perilaku seksual Yang ditunjukkannya. Mengikut data Banci Bermastautin dan Kesihatan Indonesia (SDKI) 2012, sebanyak 8.3 persen Remaja laki-laki dan 1 persen Remaja Perempuan berusia 15-24 Tahun Telah berhubungan seks pranikah. Acha kebanyakan Tinggal di perkotaan.

Padahal, Remaja ITU memiliki Pengetahuan tentang pubertas, HIV / AIDS, dan Penyakit Jangkitan menular seksual (IMS). Sebaliknya, Bupati Masjid 80 persen dari total Remaja Populasi Yang disensus menyatakan Tidak setuju Dengan Kelakuan seks pranikah.

Namun, Ternyata Kelakuan seksual Acha tak berbanding Saksama Dengan Pengetahuan dan sikapnya. Pegangan tangan, berciuman, saling bersentuhan Hingga merupakan Beberapa hal Yang Biasa dilakukan sebagian Remaja dan dipulangkan berpacaran.

Kehamilan tak diinginkan

Jatie menambah, Remaja Yang Perhubungan Pendapat melakukan seks pranikah kerap berakhir Dengan kehamilan tapi tidak diinginkan dan sebagian Besar Masjid Acha Terpaksa menikah. Hal ITU mengakibatkan Remaja Perempuan Hamil Kian words dan melahirkan Pada usia muda.

"Masyarakat Sedang sakit. Tata Penilaian Yang dianut orangtua Harus diubah, "kata Agustin.

Orangtua Harus Terbuka mulai membicarakan Pendidikan seks di rumah. Di sekolah, pendidikan Kesihatan pembiakan Harus diberikan dan persekitaran Mesti turut mengontrol Perilaku Remaja.

Semua pihak, orangtua baik, pemerintah, maupun persekitaran, Jogja menempatkan adanya pembangunan Remaja Berkualitas Sebagai Prioriti.

Pemerintah dan persekitaran JUGA Seharusnya menciptakan Tidak Bersambung dan kondisi Yang tak memungkinkan Remaja memikirkan hal negatif makin sukses Acha Akan Tumbuh seperti Yang diharapkan.

Words Masalah Pada Remaja Yang Appear dan dipulangkan Acha menginjak Dewasa. Sementara ITU, Prioriti adanya pembangunan Remaja Sewaktu saja dikalahkan Aorta D. terjalin.

"Program pemerintah Yang bagus JUGA biasanya implementasinya Lemah," kata Agustin menambah.

Sementara ITU, Kepala BKKBN Faşli Jalal, Dalam Karyawan seminar, menyatakan, Saat Ini Ada 64 JUTA Jiwa Remaja di Indonesia Atau 27 persen dari total End of period Penduduk. Salah Satu Persoalan Remaja Yang mencemaskan udah kecenderungan berhubungan seks pranikah Yang Masjid waktu ke waktu Terus meningkat.

Menurut Faşli, BKKBN berupaya memberdayakan sebagian Remaja Untuk Menjadi konselor sebaya. Acha dilatih Bagaimana Menjadi konselor Kesihatan pembiakan makin sukses diharapkan bisa mengajak Remaja Zain Yang Kelakuan seksualnya berisiko Untuk Pendapat melakukan berbagai Aktivitas Yang Positif.

Agustin menilai, konselor sebaya Berkesan Untuk Melarang Remaja sebab Remaja cenderung Bupati Terbuka Terhadap sesama Remaja. (ADH)

Sumber: Kompas.com

0 Comments:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 

blogger templates | Make Money Online